Parenting Qurani

3 Kebiasaan Sederhana Agar Rumah Jadi Lingkungan yang Qurani

Rumah adalah madrasah pertama bagi anak. Sebelum anak mengenal guru dan sekolah, orang tualah yang menjadi teladan utama, termasuk dalam kedekatan den...

calendar_today1 September 2026
3 Kebiasaan Sederhana Agar Rumah Jadi Lingkungan yang Qurani

Rumah adalah madrasah pertama bagi anak. Sebelum anak mengenal guru dan sekolah, orang tualah yang menjadi teladan utama, termasuk dalam kedekatan dengan Al-Qur'an. Kabar baiknya, menjadikan rumah sebagai lingkungan yang Qurani tidak harus dimulai dari hal besar. Berikut tiga kebiasaan sederhana yang bisa diterapkan mulai hari ini.

1. Rutin, meski hanya sedikit Membaca Al-Qur'an bersama anak tidak perlu lama. Cukup 5-10 menit setiap hari, misalnya setelah maghrib, jauh lebih efektif dibanding sesekali membaca lama lalu berhenti berminggu-minggu. Konsistensi kecil yang terus dijaga akan membentuk kebiasaan yang melekat pada anak.

2. Perdengarkan murottal di rumah Membiasakan telinga anak mendengar lantunan Al-Qur'an, baik saat bermain, makan, atau menjelang tidur, membantu anak mengenal ayat-ayat Al-Qur'an secara alami tanpa terasa seperti "pelajaran". Lambat laun, anak akan mulai ikut melafalkan sendiri.

3. Orang tua ikut membaca, bukan hanya menyuruh Anak lebih mudah meniru daripada mendengar instruksi. Ketika anak melihat orang tuanya juga membuka mushaf dan membaca, bukan hanya menyuruh anak membaca sementara dirinya sibuk dengan hal lain, di situlah kecintaan pada Al-Qur'an mulai tumbuh secara alami dalam diri anak.

Tiga kebiasaan ini terlihat sederhana, tapi jika dijaga konsisten, dampaknya besar bagi kedekatan anak dengan Al-Qur'an sejak dini. Semangat yang sama juga yang coba ditanamkan Rumah Tahfidz Tabia kepada para santri asuhnya setiap hari, agar Al-Qur'an menjadi bagian yang menyatu dalam keseharian, bukan sekadar hafalan.